Self Care yang Sering Terlupakan: Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Ada satu bentuk self care yang sering kali luput dari perhatian, yakni menjaga kesehatan mata. Kita mungkin rajin merawat kulit, menjaga pola makan, atau menyempatkan waktu untuk beristirahat. Namun, ketika harus berhadapan dengan layar smartphone dan laptop hampir sepanjang hari, kesehatan mata justru sering berada di urutan kesekian. Aku pun pernah mengalaminya.
Sebagai seseorang yang cukup dekat dengan aktivitas digital, smartphone sudah menjadi bagian dari keseharian. Mulai dari membalas pesan, mencari informasi, membuka media sosial, sampai mengurus berbagai pekerjaan digital. Rasanya ada saja alasan untuk terus menatap layar.
Sampai suatu hari, aku nongkrong bersama teman untuk membahas pekerjaan digital yang sedang kami kerjakan. Seharusnya, momen tersebut menjadi waktu yang menyenangkan. Bisa bertukar ide sambil ngobrol santai, sekaligus menikmati waktu bersama setelah cukup lama sibuk dengan rutinitas masing-masing.
Namun, ada satu hal yang membuatku sulit menikmati momen itu secara maksimal. Ketika Mata Mulai “SePeLe”, Tapi Ternyata Tidak Sepele
Di tengah obrolan, aku mulai merasakan mata yang tidak nyaman. Awalnya hanya terasa sepet. Aku mengira itu hal biasa karena sebelumnya terlalu lama fokus menatap layar smartphone. Tetapi semakin lama, rasa sepet tersebut berubah menjadi perih, kemudian disusul rasa lelah pada mata. Berkedip pun rasanya tidak membuat mata benar-benar nyaman.
Saat itu aku masih berusaha mengabaikannya. Toh, pikirku, paling hanya karena terlalu lama melihat layar. Nanti juga akan hilang sendiri. Ternyata, mengabaikan gejala mata kering bukan pilihan yang bijak. Rasa tidak nyaman tersebut justru membuat konsentrasiku saat ngobrol berkurang. Ketika teman sedang menjelaskan sesuatu, aku beberapa kali merasa ingin memejamkan mata. Fokus pada pembicaraan menjadi lebih sulit karena perhatian justru tertuju pada rasa perih dan lelah yang muncul. Momen yang seharusnya diisi dengan obrolan seru tentang pekerjaan digital akhirnya sedikit terganggu.
Temanku pun menyadarinya. “Jangan dibiarin, karena lama-lama bisa berdampak buruk pada mata,” katanya.
Kalimat sederhana itu membuatku berpikir. Selama ini aku begitu fokus menyelesaikan pekerjaan dan aktivitas di depan layar, tetapi lupa bahwa mata juga membutuhkan perhatian.
Self Care untuk Mata Dimulai dari Kebiasaan Sederhana.
Dari pengalaman tersebut, aku mulai memahami bahwa self care untuk mata sebenarnya tidak harus rumit. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memberikan jeda ketika terlalu lama menatap layar. Tidak ada salahnya berhenti sejenak dari smartphone atau laptop, melihat ke arah yang lebih jauh, dan membiarkan mata beristirahat.
Aku juga mulai lebih memperhatikan durasi penggunaan perangkat digital. Ketika pekerjaan menuntut waktu cukup lama di depan layar, aku berusaha menyelipkan waktu istirahat agar mata tidak terus-menerus dipaksa fokus.
Selain itu, memastikan pencahayaan ruangan cukup nyaman juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Posisi layar pun sebaiknya dibuat senyaman mungkin dan tidak terlalu dekat dengan mata. Dan yang paling penting, jangan menunggu sampai mata benar-benar terasa tidak nyaman untuk mulai merawatnya. Karena terkadang, gejala yang terlihat SePeLe (Sepet, Perih, dan lelah) justru merupakan pengingat bahwa mata sedang membutuhkan perhatian. Mata SePeLe Jangan Disepelein.
Menemukan Insto Dry Eyes Saat Mata Membutuhkan Perhatian.
Setelah mendapatkan saran dari teman, aku mulai mencari tahu apa yang bisa dilakukan ketika mata terasa kering dan tidak nyaman. Dari situlah aku mengenal Insto Dry Eyes, yang kemudian menjadi salah satu pilihan yang aku gunakan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat mata kering.
Saat pertama menggunakannya, yang aku rasakan adalah mata menjadi lebih nyaman sehingga rasa sepet dan perih yang sebelumnya mengganggu terasa lebih teratasi. Buatku, keberadaan tetes mata seperti ini cukup membantu, terutama ketika aktivitas sehari-hari masih membuatku harus berhadapan dengan layar.
Namun, pengalaman tersebut juga mengajarkanku satu hal penting, yakni tetes mata bukan alasan untuk terus memaksakan mata bekerja tanpa istirahat. Tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan yang lebih sehat. Beristirahat dari layar, cukup berkedip, menjaga jarak pandang, dan memberikan waktu bagi mata untuk rileks tetap menjadi bagian dari self care untuk mata yang tidak boleh dilupakan.
Jika keluhan mata terasa terus-menerus, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, tentu sebaiknya tidak hanya mengandalkan penanganan sendiri dan mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Karena Self Care Bukan Hanya Soal Penampilan.
Pengalaman nongkrong bersama teman itu mungkin terlihat sederhana. Hanya duduk, mengobrol, dan membahas pekerjaan digital. Tetapi justru dari momen sederhana tersebut aku mendapatkan pengingat yang cukup berarti.
Di era digital, kita sering merasa harus selalu online. Mata digunakan untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, bahkan sekadar scrolling tanpa terasa berjam-jam. Kita terbiasa merawat banyak hal dalam diri, tetapi lupa bahwa mata juga bekerja keras setiap hari.
Sekarang, ketika mulai merasakan mata sepet, perih, atau lelah, aku tidak lagi menganggapnya sebagai gangguan kecil yang bisa terus diabaikan. Aku memilih berhenti sejenak, memberi mata kesempatan untuk beristirahat, dan lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari.
Sebab, self care bukan hanya tentang melakukan sesuatu ketika tubuh sudah benar-benar lelah. Self care juga berarti mendengarkan sinyal kecil dari tubuh sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Jadi, kalau hari ini kamu merasa matamu mulai sepet setelah berjam-jam menatap smartphone, jangan buru-buru menganggapnya biasa. Ingat, Mata SePeLe Jangan Disepelein. Karena menjaga mata tetap nyaman juga merupakan bagian dari menjaga kualitas hidup di tengah dunia yang semakin digital.
Dan untukku, perjalanan memahami pentingnya #InstoDryEyes dan #BebasMataKering menjadi pengingat bahwa #MataSePeLeJanganSepelein bukan sekadar kalimat, tetapi ajakan untuk mulai lebih peduli pada mata.



Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung serta berkenan meninggalkan komentar dan masukan. Dimohon untuk tidak menanam link. :)